By | 8 Mei 2020

Memilih produk perawatan kulit buat sebagian orang merupakan hal yang membingungkan. Apalagi, kalau Anda mempunyai masalah kulit tertentu seperti dehidrasi atau kering. Sekilas, gejalanya terlihat sama namun perawatannya berbeda. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa saja perbedaan produk hydrating dan moisturizing untuk kulit agar tidak salah pilih.

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing

Kulit yang kering dan yang dehidrasi dapat disebabkan oleh hal berbeda. Kulit kering biasanya lebih disebabkan oleh kurangnya produksi sebum (minyak alami) yang bersifat genetik dan cenderung makin terlihat seiring bertambah tua. Sementara itu, kulit yang dehidrasi disebabkan oleh kebiasaan kurang minum air, iklim yang terlalu kering atau terlalu panas, paparan sinar matahari, atau karena kurang tidur.

Siapa saja bisa mengalami dehidrasi pada kulitnya, tapi tidak semua jenis kulit adalah kering. Maka karena dua hal ini adalah berbeda, produk perawatan kulit yang dibutuhkan juga tidak sama.

Berikut adalah perbedaan produk hydrating dan moisturizing yang paling mencolok:

1. Produk hydrating untuk kulit dehidrasi

Sesuai dengan namanya, produk perawatan kulit yang bersifat hydrating bermanfaat untuk menghidrasi kulit wajah. Produk hydrating juga bersifat humectant yang membuatnya dapat menyerap air dari luar ke dalam kulit. Maka dari itu, produk hydrating biasanya digunakan jika Anda mempunyai masalah kulit dehidrasi.

Kulit dehidrasi adalah kondisi kulit yang kurang kandungan air, sehingga tekstur kulit pun berubah. Tanda awal kulit dehidrasi adalah kemerahan, peradangan, juga bisa terasa gatal.

Beberapa kandungan yang bisa Anda temukan pada produk hydrating adalah hyaluronic acid, gliserin, propylene glycol, madu, pantenol, serta kolagen. Kandungan hyaluronic acid dapat mempertahankan dan meningkatkan kadar hidrasi sehingga kulit kembali lembap serta kenyal.

2. Produk moisturizing untuk kulit kering

Jika produk hydrating ditujukan untuk kulit dehidrasi, maka produk yang bersifat moisturizing ditujukan untuk pemilik kulit kering.

Kulit kering sudah mempunyai pelindung alami untuk menahan kelembapan, namun tidak cukup kuat sehingga masih perlu bantuan produk pelembap. Inilah yang menjadi perbedaan fungsi dari produk hydrating dan moisturizing.

Moisturizer atau pelembap bekerja menahan kelembapan sekaligus mencegah agar kelembapan alaminya yang tersisa tidak hilang menguap dari kulit. Jadi, bukan untuk menambah kadar air agar tetap lembap.

Biasanya, produk pelembap untuk kulit kering mempunyai kandungan seperti mineral oil, petroleum jelly, minyak zaitun, atau zinc oxide. Pilihlah produk dengan kandungan yang juga mampu menambah kadar minyak alami di kulit Anda.

3. Konsistensi keduanya berbeda

Perbedaan produk hydrating dan moisturizing lainnya adalah konsistensinya.

Produk hydrating sebagian besarnya mengandung air sehingga konsistensinya pun lebih cair, misalnya hydrating toner atau hydrating serumKebalikannya, produk moisturizing mempunyai konsistensi yang lebih kental seperti krim atau losion.

Bagi pemilik jenis kulit kering, sebaiknya Anda memilih produk moisturizing skincare dengan konsistensi yang cukup kental.

Moisturizer atau pelembap dengan kandungan emolien akan mencegah hilangnya kadar air di dalam kulit sekaligus menambah nutrisi.

Meski beda tujuan, produk hydrating dan moisturizing dapat digunakan bersamaan

Walaupun terdapat perbedaan antara produk hydrating serta moisturizing, kedua produk dapat digunakan secara bersamaan. Perlu diketahui, masalah dehidrasi bisa terjadi pada jenis kulit apa pun.

Maka dari itu, menghidrasi kulit saja tidak cukup apabila tidak dikunci dengan produk pelembap. Tidak hanya untuk jenis kulit kering, kedua produk ini juga dapat diaplikasikan bagi pemilik jenis kulit berminyak.

Terlebih, kandungan air bisa juga menguap bersama dengan minyak alami kulit akibat faktor lingkungan, dan akhirnya memicu kulit jadi kering. Dehidrasi pun akan memperburuk produksi minyak di kulit Anda.

Gunakan produk hydrating terlebih dahulu dan tunggu sampai benar-benar meresap. Lalu, setelah itu pakai produk moisturizing. Manapun yang Anda gunakan, pilihlah produk skincare yang oil-free serta noncomedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.