By | 21 April 2020

Maag tentu bukanlah penyakit yang asing lagi di telinga kita. Sakit maag atau dispepsia adalah nyeri lambung, usus halus, hingga kerongkongan, yang dikenal dengan penyebab pola makan yang tidak teratur. Padahal banyak penyebab lainnya, lho. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasi tentang penyakit maag yang harus kamu tahu.

Sakit Maag Jangan Pernah Diremehkan! Kamu Harus Sadar Bahaya Seriusnya

Terkadang akan susah membedakan penyakit maag dengan beberapa penyakit lainnya. Untuk itu, kamu perlu tahu gejala-gejala penyakit maag, seperti berikut ini:

  • Mual ketika makan;
  • Terasa kembung dan panas pada perut bagian atas;
  • Perut terasa selalu penuh ketika makan dan terasa kenyang berkepanjangan setelahnya;
  • Berat badan menurun;
  • Sering sendawa;
  • Muntah;
  • Merasa mual ketika makan makanan berlemak;
  • Perut terasa sekit sehingga nafsu makan menurun;
  • Naiknya asam lambung;
  • Nyeri ulu hati disertai sensasi terbakar di bagian dada (kadang-kadang hingga ke punggung dan leher);
  • Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan).
Sakit Maag Jangan Pernah Diremehkan! Kamu Harus Sadar Bahaya Seriusnya

Maag pun bisa mencapai tingkat akut jika tidak segera ditangani atau sebagai respon dari penyebabnya yang berlebihan. Adapun ciri-ciri maag akut adalah sebagai berikut:

  • Sesak napas
  • Muntah darah
  • Nyeri perut yang sangat menyakitkan
  • Mual dan muntah secara terus menerus
  • Tinja berwarna gelap atau bahkan mengandung darah
  • Anemia
Sakit Maag Jangan Pernah Diremehkan! Kamu Harus Sadar Bahaya Seriusnya

Semua orang memungkinkan untuk terkena sakit maag, karena ada beberapa kondisi umum yang dapat menyebabkannya. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari hal-hal berikut ini:

  • Tukak lambung (luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung) sehingga mengakibatkan infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Stres; menyebabkan syaraf mengeluarkan hormon berlebih sehingga mengganggu kinerja lambung secara keseluruhan
  • Efek samping penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat golongan nitrat
  • Rasa cemas berlebih
  • Banyak makan makanan berlemak, pedas, dan berminyak
  • Penyakit refluks gastroesofagus (pergerakan balik asam lambung menuju kerongkongan)
  • Terlalu banyak makan
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein, soda, atau minuman beralkohol
  • Merokok
  • Obesitas
  • Konstipasi
  • Makan terlalu cepat
  • Merokok
  • Komplikasi penyakit (batu empedu, radang pankreas, iskemia usus, penyumbatan usus, penyakit celiac, penyakit hernia hiatus, dan kanker lambung.
Sakit Maag Jangan Pernah Diremehkan! Kamu Harus Sadar Bahaya Seriusnya

Jangan meremehkan penyakit maag, apalagi jika kamu baru pertama kali mendapatkannya. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini adalah tindakan yang akan dilakukan dokter dalam mendiagnosis kondisi maag kamu:

  • Cek keluhan, gejala dan riwayat sakit pasien
  • Pemeriksaan siklus metabolisme dan gangguan tiroid, dilakukan di laboratorium
  • Pendeteksian adanya masalah pada saluran pencernaan bagian atas dengan metode endoskopi dan pengambilan sampel jaringan (biopsi)
  • Pemeriksaan tinja dan napas untuk mendeteksi keberadaan bakteri Helicobacter pylori
  • Pemindaian efek dari infeksi bakter tersebut dengan CT scan atau X-ray; dan deteksi adanya obstruksi usus

Penyakit maag atau dispepsia termasuk penyakit yang mudah kambuh. Bila mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera tangani, kemudian penyakit itu tidak akan berbahaya. Jangan coba-coba membiarkan kondisi-kondisi penyebab maag terus menyerang tubuh. Mulailah dengan gaya hidup sehat!